Tausiyah hari ini#221: Musuh-Musuh Besar Islam|Berita Penyejuk Hati

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sejak Islam bangkit di bumi ini banyak yang memusuhi, karena mereka yang memusuhi menginginkan Islam ini Hancur dan Musnah mulai zaman Nabi Adam hingga zaman Nabi Muhammad SAW. Antara lain Musuh Besar Islam itu adalah:

1. Orang Yahudi dan Nasrani karena mereka sangat benci sekali kepada ummat Islam, sehingga mereka berupaya bagaimana caranya untuk menghancurkan ummat Islam dengan bermacam-macam cara, dengan perkawinan, perdagangan, media massa, minuman keras, pergaulan bebas, budaya, pendidikan, seni olah raga, dan lain-lain. Qs.2:120.

Allah SWT berfirman:

يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ اَبْصَارَهُمْ ۗ كُلَّمَاۤ اَضَآءَ لَهُمْ مَّشَوْا فِيْهِ ۙ وَاِذَاۤ اَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوْا ۗ وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَاَبْصَارِهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 20)

2. Orang Jahiliyah Modern (fasiq) mereka tidak memberikan kesempatan bagi ummat Islam untuk menjadi orang penting dipemerintahan bahkan selalu mengadu domba sesama ummat islam, lebih parah lagi mereka tidak menginginkan salah satu Ummat Islam yang jadi Presiden. Qs.59:19.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰٮهُمْ اَنْفُسَهُمْ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.”
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 19)

3. Orang Kafir yaitu orang yang selalu mengkufuri Nikmat Allah dan selalu menipu Allah dan Rasulnya dan menipu ummat Islam dimanapun berada serta selalu menghalangi ummat Islam yang berjuang dijalan Allah dan setiap gerakan ummat Islam selalu diawasi bahkan diintimidasi. Qs.2:9/Qs.2:39.

Allah SWT berfirman:

يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۚ وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّاۤ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَ
“Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 9)

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِـاٰيٰتِنَاۤ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 39)

4. Orang Munafiq/Musyrik, mereka adalah menyebar kemaksiatan dan kemungkaran terhadap ummat islam dimanapun berada antara lain, Tahayul, Bid’ah, Churofat, dan mencampur adukkan yang halal dan yang haram secara terang-terangan di masyarakat. Qs.9:67/ Qs.33:73.

Allah SWT berfirman:

اَلْمُنٰفِقُوْنَ وَالْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ ۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ اَيْدِيَهُمْ ۗ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 67)

Allah SWT berfirman:

لِّيُعَذِّبَ اللّٰهُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْمُنٰفِقٰتِ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَالْمُشْرِكٰتِ وَيَتُوْبَ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
“sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 73)

Demikian Tausiyah hari ini semoga bermanfaat untuk kita semua, Aamiin.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dari Temanmu

Ustadz. Drs. H. Luqmanto

Iklan

Tausiyah hari ini# 220: Keadilan Pilar Utama Dalam Ketaqwaan|Berita Penyejuk Hati

السلام عليكم ورحة الله وبركاته

Allah SWT berfirman:

وَمَا اخْتَلَـفْتُمْ فِيْهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ رَبِّيْ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَاِلَيْهِ اُنِيْبُ
“Dan apa pun yang kamu perselisihkan padanya tentang sesuatu, keputusannya (terserah) kepada Allah. (Yang memiliki sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya aku kembali.”
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 10)

Maka ciri-ciri keadilan sebagai berikut:

1. Siddiq: Kejujuran dalam amal perbuatan, dalam Ucapan, dalam sikap dan dalam Pergaulan di Masyarakat. Qs.9:119 / Qs.33:70.

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 119)

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 70)

2. Amanah: Dapat dipercaya dalam semua Urusan antara lain, Sebagai Pemimpin, Sebagai kepala Rumah Tangga, Sebagai Kepala Bagian dalam suatu perusahaan, Sebagai Presiden, Menteri, Wakil Rakyat, Pegawai Negeri, Pegawai Swasta, dan lain-lain. Qs.8:27 / Qs.23:8

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْۤا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 27)

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ
“Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya,”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 8)

3. Tabligh: Menyampaikan ayat-ayat Allah dengan penuh semangat dan kesabaran dalam rangka untuk pencerahan Ummat manusia kejalan yang penuh Ridhonya. Qs.2:147 / Qs.16:125.

Allah SWT berfirman:

اَلْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ
“Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 147

Allah SWT berfirman:

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 125)

4. Fathonah: Cerdas dalam berfikir, Berbuat, Berbicara, dengan penuh perhitungan yang matang sesuai dengan Alqur’an dan Sunnah. Qs.59:7

Allah SWT berfirman:

مَاۤ اَفَآءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْ اَهْلِ الْقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۙ كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً بَۢيْنَ الْاَغْنِيَآءِ مِنْكُمْ ۗ وَمَاۤ اٰتٰٮكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰٮكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
“Harta rampasan fai’ yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.”
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 7)

5. Istiqomah: Teguh pendirian dan berprinsip bahwa hidup ini Allah yang punya dan Dialah Segala-galanya dalam hidup. Qs.46:13.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati.”
(QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 13)

6. Berani dan tegas dalam menentukan sikap hidup di masyarakat. Qs.17:81 / Qs.2:147.

Allah SWT berfirman:

وَقُلْ جَآءَ الْحَـقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۗ اِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا
“Dan katakanlah, Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 81)

Allah SWT berfirman:

اَلْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ
“Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 147)

7. Berpegang Teguh dengan Al-qur’an dan Sunnah sebagai landasan hidup dalam rangka mencari Ridho Allah. Qs.3:103

Allah SWT berfirman:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَانًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 103)

Demikian Tausiyah hari ini semoga bermanfaat untuk kita semua, Aamiin.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dari Temanmu

Ustadz. Drs. H. Luqmanto

Tausiyah hari ini#219: Tantangan Dakwah di Era Globalisasi|Berita Penyejuk Hati

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tantangan Dakwah diera Globalisasi antara lain:

1. Mediator Tayangan TV, Internet, Surata Kabar, Bacaan Buku yang kurang sehat untuk anak-anak Remaja, yang bisa merusak Keimanan dan Kepribadian Bangsa. Q24:19.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۙ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 19)

2. Banyaknya Kebohongan dimana-mana yang menjadi kebiasaan untuk keuntungan sesaat. Qs.4:145.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِ ۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًا
“Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka,”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 145)

3. Mencampur adukkan yang haq dan yang bathil dimana-mana. Qs.17:81.

Allah SWT berfirman:

وَقُلْ جَآءَ الْحَـقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۗ اِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا
“Dan katakanlah, Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 81)

4. Adanya pergaulan yang bebas dengan lawan sejenisnya tanpa adanya hijab. Qs.24:30.

Allah SWT berfirman:

قُلْ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُـضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَـعُوْنَ
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 30)

5. Mereka tidak bisa membedakan mana yang haram dan mana halal baik soal makanan dan minuman. Qs.5:90.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 90)

6. Mereka yang selalu mendustakan ayat-ayat Allah. Qs.2:39.

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِـاٰيٰتِنَاۤ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 39)

Demikian Tausiyah hari ini semoga bermanfaat untuk kita semua, Aamiin.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dari Temanmu

Ustadz. Drs. H. Luqmanto

Wakil Ketua Majelis Tabligh PDM Surabaya

Membentuk Karakter Anak Dengan Semangat Tauhid|Berita Penyejuk Hati

Ustadz Nardi, S.Th.I

*Jangan Mengukur Baju dengan Badan Orang*

Suatu ketika sedang berada di meja makan, seorang anak kecil yang masih duduk di kelas dua Sekolah Dasar berkata pada bapaknya, Papa tahu apa tidak berapa banyak tetes air yang ada dalam gelasmu Pak? sambil bertanya si gadis kecil itu mempermainkan air dari gelasnya. “satu sendok saja sudah banyak sekali tetesnya, ya Pak?, kalau begitu, berapa tetes yang kita minum dalam sehari, seminggu, sebulan, dan setahun. Belum lagi kita gunakan untuk masak, mandi, cuci pakaian, siram tanaman, dan seterusnya, Pak? Ujar sang anak bertubi- tubi. Padahal manusia tidak bisa bikin air lho pak walaupun hanya setetes. Biarpun orang itu terkenal pinter sekali. Semua air ciptaan Allah kan Pak? demikian sang anak berkhutbah di hadapan bapaknya.

Menyaksikan adegan tersebut, sang Ibu hanya bisa diam kagum dan bahagia betapa dia dikarunia seorang anak yang memiliki kecerdasan dan asosiasi yang sangat luar biasa. Sang ibu teringat pada beberapa waktu yang lalu saat mengajarkan nilai-nilai keagamaan pada anaknya. Menyuruh anaknya agar selalu membaca Al-Quran, membimbingnya untuk melaksanakan sholat, serta menasihatinya agar selalu mengingat Allah dimana dan kapan saja.

Mensyukuri semua karunia Allah yang telah diberikan kepada-Nya, serta menelaah semua ayat- ayat-Nya baik yang berupa benda-benda yang ada di alam ini, atau firman-firman-Nya yang terdapat dalam kitab Al-Quran. Hasilnya sungguh luar biasa, betapa anak yang baru kelas dua sekolah dasar mampu membaca ayat-ayat Allah berupa air sebagai piranti menumbuhkan jiwa ketauhidan yang kokoh. Ini merupakan hasil dari pendidikan tauhid yang di kembangkan sejak dini.

Hal ini pernah dilakukan Luqmanul Hakim ketika mendidik anaknya, ia mendidik anaknya dengan penanaman tauhid terlebih dahulu sehingga mengakar pada jiwanya. Firman Allah SUBHANAHU WA TAALA :

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di
waktu ia memberi pelajaran kepadanya:
“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah)
adalah benar-benar kezaliman yang besar.
(QS. Luqman:13)

Sebelum anak mengenal beberapa disiplin ilmu yang lain, Luqman menanamkan jiwa tauhid kepada anaknya. Langkah inilah yang seharusnya kita teladani supaya anak ke depan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang memiliki prinsip keimanan yang kuat. Pondasi keimanan (Tauhid) seyogyanya di letakkan pertama kali dalam diri anak sebelum anak mengenal berbagai disiplin ilmu seperti matematika, kimia, bahasa inggris, biologi, dan sebagainya. Akidah yang kokoh akan menjadi batang yang kuat untuk menopang disiplin ilmu lainnya sehingga perilaku dan sikapnya nanti akan menampilkan karakter tauhid dalam kehidupannya. Artinya apa? kalau besok si anak tumbuh dan berkembang menjadi seorang pejabat negara, maka tentu dia akan membuat kebijakan-kebijakan yang bersesuaian dengan ajaran agama. Kalau jadi pengusaha, akan menjadi mengusaha yanag berjiwa tauhid, jika jadi insinyur, akan menjadi seorang insinyur yang berjiwa tauhid pula.

Berbeda dengan orang tua jaman sekarang dalam hal mendidik anak. Mereka lebih khawatir jika anak tidak bisa matematika, tidak paham fisika, biologi, bahasa inggris, dan sebagainya daripada khawatir anak tidak mengenal Allah, tidak bisa baca Al-Quran. Tidak ada salahnya orang tua bersikap demikian karena memang hidup di dunia ini butuh ilmu-ilmu yang berorientasi pada keduniaan supaya si anak memiliki masa depan yang gemilang. Tetapi menanamkaan jiwa tauhid terlebih dahulu jauh lebih baik supaya anak memiliki prinsip dalam menjalani hidupnya. Mengembangkan ilmunya di atas aqidah yang kokoh sehingga tidak terbawa arus kehidupan yang destruktif, tidak mengarong uang negara, menipu, serta melakukan tindak amoral lainnya.
Maka, tujuan pendidikan tauhid pada anak adalah menanamkan nilai-nilai keislaman yang nantinya menjadi pondasi yang kokoh dalam menjalani hidupnya ke depan. pribadi inilah yang diharapkan oleh agama, bangsa dan negara. Marilah mulai sekarang kita didik anak-anak kita dengan menanamkan nilai-nilai tauhid terlebih dahulu sebelum kita mengenalkan ilmu-ilmu yang lain kepadanya. Karena orrientasi hidup kita tidak hanya di dunia ini tetapi ada rumah yang abadi yaitu akhirat yang menjadi tujuan utama kita. Selamat menjadi orang tua yang berjiwa seperti Luqmanul Hakim.

Tanwir:
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.
(QS. An-Nisa’: 9)

Tausiyah hari ini#218: Mencuri|Berita Penyejuk Hati

Ustadz Drs H Luqmanto

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Allah SWT berfirman:

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْۤا اَيْدِيَهُمَا جَزَآءًۢ بِمَا كَسَبَا نَـكَالًا مِّنَ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
“Adapun orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 38)

Mencuri suatu perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain dan mencuri itu perbuatan Iblis dan Syaithon. Dan mencuri itu jenisnya bermacam-macam, antara lain:

1. Mencuri sebagi kebiasaan pendapatan setiap hari/ pekerjaan.

2. Mencuri sebagai kebiasaan pendapatan setiap hari ( pencopet) dihalayak ramainya orang di pasar/ super market.

3. Mencuri sebagai kebiasaan pendapatan setiap waktu tertentu yang sudah direncanakan dengan matang dan punya kelompok yang kuat serta Propesional. Dan sasarannya tempat-tempat yang strategis seperti: Bank, Rumah qmewah, Perkantoran, Perusahaan dll.

4. Mencuri sebagai kebiasaan pendapatan setiap ada kesempatan sebagai Pejabat ditempat yang strategis dan menguntungkan dirinya dan teman sejawat yang mau diajak kerja sama yang sudah direncanakan sejak lama dan siap menanggung akibatnya yg penting Kaya ( KORUPSI).

Demikian Tausiyah hari ini semoga bermanfaat untuk kita semua, Aamiin.

والسلا عليكم ورحمة الله وبركاته

Dari Temanmu

Ustadz. Drs. H. Luqmanto

Wakil Ketua Majelis Tabligh PDM Surabaya

Tausiyah hari ini#217: Amalan Yang Mudah Di Terima Allah SwT|Berita Penyejuk Hati.

Ustadz Drs. H. Luqmanto

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Amalan tersebut diatas antara lain:
1. Shalat yang Khusuk adalah shalat yg dapat mencegah semua perbuatan keji dan mungkar. Qs.23:2 / Qs.29:45

Allah SWT berfirman:

الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خَاشِعُوْنَ
“(yaitu) orang yang khusyuk dalam sholatnya,”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 2)

Allah SWT berfirman:

اُتْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ ۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
“Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 45)

2. Amal Shalih suatu amalan yang seharusnya kita kerjakan setiap saat bagi kita beriman dan bertaqwa kepada Allah. Qs.2:25

Allah SWT berfirman:

وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًا ۗ وَلَهُمْ فِيْهَاۤ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ ۙ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu. Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 25)

3. Berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwanya tanpa ada keraguan sedikitpun. Qs.49:15

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الصّٰدِقُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.”
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 15)

4. Mencintai sesuatu dan membenci sesuatu atau berjumpa dan berpisah karena Allah (al-hadis).

5. Beramal denga tangan kanannya seolah-olah tangan kirinya tidak mengetahuinya (al-hadis)

6. Berzikir kepada Allah dimalam hari denga suasana yang tenang dan sunyi sambil meneteskan air mata ( al-hadis).

Demikian Tausiyah hari ini semoga manfaat untuk kita semua Aamiin.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dari Temanmu

Ustadz. Drs. Luqmanto

Wakil Ketua Majelis Tabligh PDM Surabaya

Tausiyah hari ini#216: Membaca Alqur’an dan Kematian|Berita Penyejuk Hati

Ustadz Drs. H. Luqmanto

Asslamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuhu

Nasehat yang paling baik ada 2 yaitu: Membaca Alqur’an dan ingat Mati.

1. Membaca Alqur’an Nilainya Ibadah dan Mendapat Rahmat serta berpahala. Qs.7:204.

Allah SWT berfirman:

وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 204)

2. Alqur’an sebagai pembeda yang Haq dan Bathil untuk kehidupan manusia di masyarakat. Qs.17:81-82.

Allah SWT berfirman:

وَقُلْ جَآءَ الْحَـقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۗ اِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا
“Dan katakanlah, Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 81)

Allah SWT berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْـقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ ۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 82)

3. Alqur’an sebagai petunjuk bagi manusia yang mau mempelajarinya. Qs.2:185.

Allah SWT berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَـصُمْهُ ۗ وَمَنْ کَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِکُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِکُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُکْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمْ وَلَعَلَّکُمْ تَشْكُرُوْنَ
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 185)

4. Alqur’an diturunkan oleh Allah sebagai Berkah bagi mereka yang bertaqwa kepada-Nya. Qs.6:155

Allah SWT berfirman:

وَهٰذَا كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ مُبٰرَكٌ فَاتَّبِعُوْهُ وَاتَّقُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Dan ini adalah Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Ikutilah, dan bertakwalah agar kamu mendapat rahmat,”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 155)

5. Semua akan mengalami kematian dan kematian itu kebanyakan orang takut bila ia datang Qs.3:185

Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَـنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 185)

6. Kematian pasti datang kepada seluruh manusia yang akan meninggalkan semua kenikmatan dunia, Rasul kita telah mengingatkan “Jaga Masa Hidupmu sebelum datang Masa Kematianmu”

7. Kematian bagi Hamba Allah yang berjuang dijalan-Nya yang terbunuh (mati) sebenarnya ia hidup disisi Allah. Qs.2:154

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُّقْتَلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتٌ ۗ بَلْ اَحْيَآءٌ وَّلٰـكِنْ لَّا تَشْعُرُوْنَ
“Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 154)

8. Allah membeli mereka (orang Mukmin) dengan hartanya serta yang berjuang dijalan Allah terbunuh maupun membunuh dengan Surga. Qs.9:111.

Demikian Tausiyah hari ini semoga bermanfaat untuk kita semua, Aamiin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi wabarakaatuhu

Dari Temanmu

Ustadz. Drs H. Luqmanto

Walil Ketua KBIH Muhammadiyah Surabaya